JT – Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Meutya Hafid mengimbau seluruh anggota keluarga untuk menggunakan internet dengan bijak guna mencegah terjadinya perjudian online (judol).
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur digital, tetapi juga pada pengawasan terhadap konten negatif, termasuk judi online.
Baca juga : Bareskrim Polri Ancam Cabut Izin Tempat Hiburan yang Edarkan Narkoba Saat Tahun Baru
"Karena kami tidak hanya mengurusi digital dan infrastruktur, kami juga mengurusi konten-konten negatif termasuk judi online. Jadi kami titip ibu-ibu semua supaya bisa di wilayahnya, di keluarganya paling tidak terjaga," ujar Meutya saat berkunjung ke Kampung Keramik Dinoyo, Malang, Sabtu.
Meutya menekankan pentingnya aksi nyata dari masyarakat untuk mencegah peningkatan jumlah orang yang terlibat dalam judi online.
Ia menyebutkan bahwa pendekatan teknologi untuk menghapus konten-konten negatif tidak akan efektif jika masyarakat tidak ikut terlibat dalam pencegahannya.
Baca juga : Pemerintah Serahkan Kunci 20 Ribu Rumah Subsidi untuk Guru pada 25 Maret
"Pendekatan teknologi tidak bisa menyelesaikan semua itu. Kita boleh take down sampai berapa juta (konten), lima juta per hari, tapi (konten) akan dibuat lagi, buat lagi. Jadi harus dari masyarakatnya juga yang kita inginkan bergerak," jelas Meutya.
Menteri Meutya juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan akses internet yang ada untuk kepentingan positif, seperti meningkatkan kemampuan UMKM dalam produksi dan pemasaran, serta untuk pendidikan anggota keluarga.
Bagikan