JT – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan di pasar guna melindungi konsumsi masyarakat dan produktivitas petani.
Menurut Zulkifli Hasan, pemerintah terus berupaya agar harga pangan tidak mengalami fluktuasi yang ekstrem.
Baca juga : OJK Ungkap Kerugian Investasi Ilegal Rp139 Triliun Setara Bangun 12.600 Sekolah Baru
"Menjaga stabilitas harga pangan itu sangat penting. Ketika harga terlalu murah, petani bisa mengalami kerugian yang membuat mereka terpaksa menjual tanah mereka untuk bertahan hidup. Sebaliknya, jika harga terlalu tinggi, masyarakat akan kesulitan," ujarnya saat mengunjungi Lampung Selatan pada Kamis.
Zulkifli Hasan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap harga pangan di pasaran yang saat ini berada di bawah patokan. Misalnya, harga cabai yang seharusnya berada pada kisaran Rp40 ribu per kilogram, saat ini justru turun menjadi Rp25 ribu per kilogram. "Harga bawang merah juga mengalami penurunan yang sama, membuat petani kesulitan," tambahnya.
Di Provinsi Lampung, saat ini terjadi deflasi, di mana harga pangan cenderung turun.
Baca juga : Kejaksaan RI Tangani Ribuan Kasus Korupsi dan TPPU sepanjang 2023
"Ini lebih ke deflasi karena harga pangan di sini lebih murah dari yang seharusnya. Pemerintah harus terus menjaga stabilitas harga pangan agar tidak berdampak negatif pada petani dan konsumen," kata Zulkifli Hasan.
Sementara itu, di Pasar Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, beberapa pedagang melaporkan perubahan harga pangan. Latifah, salah satu pedagang, mengungkapkan bahwa harga cabai rawit naik menjadi Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp38 ribu per kilogram, dan harga cabai merah naik menjadi Rp40 ribu per kilogram dari Rp35 ribu per kilogram.
Bagikan