JT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten meminta masyarakat untuk tidak panik menyikapi informasi dari BMKG mengenai potensi terjadinya gempa megathrust dengan magnitudo 8,7 di Selat Sunda.
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Nana Suryana, mengungkapkan bahwa gempa megathrust ini berpotensi menyebabkan bencana tsunami yang dapat dirasakan di seluruh wilayah Banten, serta daerah sekitar seperti Jawa Barat dan Jakarta.
Baca juga : Soetta siagakan Terminal 1B hadapi 166.317 penumpang puncak arus balik
"Berdasarkan informasi BMKG, ada potensi megathrust di Mentawai dan Selat Sunda," kata Nana Suryana di Serang pada Senin.
Nana mengimbau masyarakat untuk tidak panik dengan informasi BMKG tentang potensi gempa megathrust. Ia menjelaskan bahwa informasi tersebut bersifat potensi, bukan prediksi maupun peringatan dini.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang. Kuncinya adalah tidak panik dan tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk memastikan rumah-rumah dalam kondisi aman jika terjadi gempa,” ujarnya.
Baca juga : KAI Commuter Tambah Frekuensi Perjalanan KRL Yogyakarta-Solo hingga Palur
Dia menekankan pentingnya simulasi kebencanaan sebagai kunci untuk menghadapi gempa. Melalui simulasi, masyarakat dapat mempelajari strategi penyelamatan diri. Selain itu, struktur bangunan harus dirancang sesuai standar tahan gempa untuk meminimalisir risiko kerusakan dan korban jiwa.
“Simulasi penting untuk melatih diri agar saat gempa terjadi, masyarakat tidak panik dan tahu strategi penyelamatan diri,” tambah Nana.
Bagikan