JT - Nelayan tradisional di pesisir selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sejak sepekan terakhir ini tidak melaut akibat badai dan gelombang tinggi.
"Kami memastikan produksi tangkapan ikan menurun, karena adanya cuaca buruk itu," kata Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun Kabupaten Lebak, Wading, di Kabupaten Lebak, Rabu.
Baca juga : Polda Babel Tetapkan 14 Tersangka dalam Kasus Penyelundupan Timah di Belitung
Para nelayan tradisional tersebut tidak melaut karena badai dan gelombang laut tinggi serta awal puasa Ramadhan. Mereka lebih memilih tinggal di rumah daripada melaut.
Selama ini, tinggi gelombang di perairan selatan Banten dan Samudra Hindia berkisar antara 2,5 meter sampai 4,0 meter. Selain itu, tiupan angin cukup kencang disertai hujan dan petir.
Kondisi demikian membuat para nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil dengan mesin motor tempel tidak berani melaut guna menghindari kecelakaan laut.
Baca juga : Penataan Bekas Lapak PKL di Kawasan Puncak Jadi Pedestrian dan Taman
"Semua nelayan yang tidak melaut merupakan anggota koperasi, dan kini mereka beralih ke usaha lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," kata Wading.
Juneadi (55), seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Panto Kabupaten Lebak, mengatakan bahwa dia bersama nelayan lainnya tidak melaut karena badai dan gelombang tinggi. Bahkan, temannya mengalami kejadian saat melaut diterjang gelombang tinggi, tetapi beruntung selamat.
Bagikan