JAKARTATERKINI.ID - Pemasangan Video Assistant Referee (VAR) terlambat disebabkan oleh kurangnya ketersediaan wasit, ungkap Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir.
Menurutnya, keterlambatan ini terjadi karena SDM yang diperlukan untuk implementasi VAR masih kurang, meskipun telah ada pelatihan sebanyak 3-4 kali.
Baca juga : Tawaran Rp1,6 Triliun dari Atletico untuk Julian Alvarez Diterima oleh City
"Efeknya, implementasi VAR sempat tertunda karena masalah SDM. Namun, kami yakin akan menemukan SDM yang sesuai. Membangun SDM memerlukan waktu, namun liga pasti akan menerapkannya dalam musim ini," tambahnya.
Erick menyarankan untuk menanyakan mengenai implementasi VAR kepada PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), yang memiliki kewenangan dalam menjalankan uji coba VAR.
Pada tahap ketiga uji coba VAR yang diadakan oleh PT LIB dan PSSI, delapan kamera dipasang di berbagai titik lapangan. Uji coba ini melibatkan klub Sekolah Sepak Bola (SSB) lokal.
Baca juga : Justin Hubner Tak Sabar untuk Berlaga di Piala Asia 2023 bersama Timnas Indonesia
Dalam uji coba tersebut, wasit dan asisten wasit melakukan simulasi operator tayangan ulang, yang digunakan sebagai pertimbangan dalam keputusan penting seperti gol sah atau tidak, penalti, pelanggaran, dan kesalahan pengidentifikasian.
VAR diharapkan dapat diaplikasikan selama BRI Liga 1 2023/2024 seri championship pada 4-26 Mei mendatang.
Bagikan