JT – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menekankan pentingnya gerakan penghijauan secara masif dan upaya modifikasi cuaca sebagai langkah strategis dalam mencegah banjir di masa mendatang.
"Perlu penghijauan kembali, terutama di wilayah Bogor. BMKG juga dapat memodifikasi curah hujan agar intensitas hujan di kawasan pegunungan dapat dikurangi," ujar Tri di Bekasi, Selasa (4/3).
Baca juga : Dishub Kota Bogor Gelar Ramp Check Bus Jelang Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025
Selain penanganan darurat, ia menegaskan bahwa langkah jangka panjang seperti penghijauan di hulu, perbaikan infrastruktur, serta optimalisasi sistem drainase harus segera dilakukan.
Saat ini, sekitar 4.000-5.000 warga Kota Bekasi terdampak banjir. Pemerintah Kota Bekasi telah memulai evakuasi dan distribusi bantuan logistik dengan dukungan dari Kementerian Sosial serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Hari ini bantuan logistik mulai masuk sekitar pukul 13.00 WIB. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar penanganan banjir berjalan efektif," kata Tri.
Baca juga : Pemkot Medan Terapkan Tarif Bus Listrik Rp5.000 per Orang Mulai 1 Januari 2025
Evakuasi warga di tujuh wilayah terdampak masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan perahu karet dan beberapa warga yang enggan meninggalkan rumah mereka.
"Sebagian warga masih berharap air segera surut. Selain itu, arus deras di beberapa lokasi membuat perahu karet harus dilengkapi mesin pompa," tambahnya.
Bagikan